This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menjaga Keutuhan NKRI dari Berbagai Ancaman.

KERUSUHAN POSO

Vallery Evellyn M.Y 


Latar Belakang

Kabupaten Poso merupakan sebuah kabupaten sekaligus kota tertua yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Daerah ini memiliki total luas 7.112,25 km². Kabupaten Poso ini juga menjadi pusat perhatian dalam program transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sasaran dari program transmigrasi ini adalah memindahkan penduduk dari daerah dengan populasi padat yang mayoritasnya Muslim, seperti di Jawa dan Lombok, serta pulau Bali yang didominasi oleh penganut Hindu. Penduduk dari wilayah yang padat ini akan dipindahkan ke kawasan dengan kepadatan penduduk yang rendah.
Kedatangan para migran ini kemudian memicu adanya persaingan ekonomi antara masyarakat asli Poso yang mayoritas Kristen dengan para pendatang dari Bugis yang beragama Islam.
Menurut Wirawan, Nadhifa Aurellia (2024). Konflik Poso merujuk pada rangkaian kerusuhan yang berlangsung di Kabupaten Poso, yang terletak di Sulawesi Tengah. Ketegangan ini berlangsung mulai dari 25 Desember 1998 hingga 20 Desember 2001. Insiden yang dikenal sebagai Konflik Poso diawali dengan pertikaian kecil di antara sekelompok pemudasebelum akhirnya berkembang menjadi kerusuhan yang memiliki unsur agama. Kerusuhan ini pun berakhir pada 20 Desember 2001 dengan adanya penandatanganan Deklarasi Malino oleh kedua pihak yang bertikai.


ISI / PEMBAHASAN

Identif (2025). Menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kewajiban yang diemban setiap warga negara. Perjuangan panjang untuk meraih kemerdekaan telah menelan banyak pengorbanan, dan keutuhan wilayah ini menjadi pondasi bagi kemajuan bangsa Indonesia. Menjaga kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab setiap individu yang merupakan warga negara. Perjuangan yang panjang untuk mendapatkan kemerdekaan telah memakan banyak pengorbanan, dan kesatuan wilayah ini menjadi dasar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Namun mengapa kita perlu menjaga keutuhan wilayah NKRI?

1. Keberadaan negara berfungsi sebagai element penting yang mengikat seluruh masyarakat untuk menciptakan kehidupan sosialkebangsaan, dan kenegaraan yang damai dan makmur.
2. Indonesia mempunyai berbagai suku, bahasa, dan tradisi yang beragamDalam situasi ini, persatuan negara sangat krusial untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut tidak memicu terjadinya konflik sosial. Melalui persatuan negara, keberagaman yang ada dapat diperkaya dan dimanfaatkan sebagai potensi untuk perkembangan bangsa.
3. Negara dengan integritas yang solid dapat mempertahankan stabilitas dan keamanan di dalam negeri. Sebagai hasilnya, investasi dan pembangunan dapat berlangsung tanpa hambatan, sehingga meningkatkan taraf hidup semua warga negara.

Karena, bila tidak menjaga keutuhan NKRI, akan ada ancaman yang mampu membuat NKRI menjadi terpecah belah. Contoh ancaman yang mengancam keutuhan NKRI adalah terjadinya Kerusuhan Poso yang terjadi pada 25 Desember 1998 hingga 20 Desember 2001.

Kerusuhan Poso bermula dari pertikaian antara kelompok muda Kristen dan Muslim di Lambogia meningkat menjadi bentrokan yang besar. Ketegangan memuncak ketika kedua pihak mulai saling menyerang dan membakar hunianBentrokan tidak berhenti dan semakin meningkat intensitasnyaDalam periode ini, banyak tindakan kekerasan terjadi, seperti pembakaran rumah, penjarahan, serta pembunuhan.

Kerusuhan ini kemudian menyebar ke daerah lain di Poso dan mengakibatkan ribuan orang harus mengungsi. Oleh karena itu, pada bulan Mei 2000, pemerintah pusat mulai mengambil langkah lebih serius dengan mengerahkan aparat keamanan untuk menenangkan keadaanSelama bertahun-tahun, baik militer maupun kelompok bersenjata tidak berhasil menghentikan siklus kekerasan yang terus berlanjutKedua belah pihak secara bergantian melancarkan serangan balasan, yang semakin memperkeruh ketegangan antara kelompok agama.

Pada tanggal 20 Desember 2001, ditandatangani Deklarasi Malino sebagai perjanjian damai antara kedua pihak. Dokumen ini menjadi momen penting dalam usaha penyelesaian konflik Poso. Penyelesaian sengketa di Poso ditandai oleh Deklarasi Malino. Kesepakatan ini disepakati di Malino, Sulawesi Selatan, oleh utusan dari beragam kelompok yang terlibat dalam perselisihan, dengan perantaraan dari pemerintah Indonesia dan didukung oleh organisasi internasional.

PENUTUP

Kerusuhan Poso merupakan salah satu ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena menyebabkan konflik sosial dan perpecahan di tengah masyarakat. Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengganggu rasa aman, persatuan, dan keharmonisan antarwarga. Jika tidak ditangani dengan baik, konflik seperti ini dapat melemahkan persatuan bangsa dan menimbulkan ketidakstabilan di Indonesia.

Oleh karena itu, menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Sikap toleransi, saling menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan dan kesatuan harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik serupa. Dengan memperkuat rasa persaudaraan dan cinta tanah air, bangsa Indonesia dapat menghadapi berbagai ancaman dan tetap menjaga keutuhan NKRI.

Maka, untuk mencegah terjadinya ancaman serupa, solusi yang dapat dilakukan yaitu:
1. Meningkatkan sikap toleransi dan saling menghargai antar masyarakat agar tidak mudah terjadi konflik karena perbedaan suku, agama, maupun budaya.

2. Memperkuat peran pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban serta menyelesaikan masalah secara adil agar konflik tidak berkembang menjadi kerusuhan.

3. Menanamkan nilai persatuan dan cinta tanah air melalui pendidikan dan kegiatan sosial supaya masyarakat lebih peduli terhadap keutuhan NKRI.

DAFTAR PUSTAKA

Adryamarthanino, V. & Nailufar, N.N (2021). Konflik Poso: Latar Belakang, Kronologi, dan Penyelesaiannya. Diakses pada 25 April 2026 dari https://www.kompas.com/stori/read/2021/07/30/100000279/konflik-poso-latar-belakang-kronologi-dan-penyelesaian#google_vignette.

Identif (2025). Menjaga Keutuhan NKRI, Kewajiban Bersama. Diakses pada 27 April 2026 dari Menjaga Keutuhan NKRI, Kewajiban Bersama - Identif

Surya, Nanda (2024). Jelaskan Pentingnya Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Diakses pada 27 April 2026 dari Jelaskan Pentingnya Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia - Tambah Pinter

Wirawan, Nadhifa Aurellia (2024).Konflik Poso: Latar Belakang, Kronologi, dan Penyelesaiannya. Diakses pada 25 April 2026 dari Konflik Poso: Latar Belakang, Kronologi, dan Penyelesaiannya


Teks Resensi: Vallery Evellyn / XIA / 25

 Judul: Reuni Z


Sutradara: Monty Tiwa Soleh Solihun


Tahun tayang: 12 april 2018


Durasi film: 1 jam 36 menit


Film "Reuni Z" merupakan film Indonesia yang di sutradai oleh Monty Tiwa Soleh Solihun dan tayang pada tahun 2018. Film ini menghadirkan genre horor dan komedi yang menceritakan mengenai sebuah reuni SMA yang berujung serangan zombie. Hal itu justru membuat tokoh-tokoh harus bertahan hidup dari serangan zombie.


Keunggulan:

"Reuni Z" menghadirkan film horor komedi dengan tema zombie yang dimana itu adalah hal baru di dunia perfilman Indonesia. Memiliki anak SMA sebagai pemerannya membuat film ini menarik untuk ditonton terutama bagi remaja, karena remaja masa kini begitu tertarik mengenai genre film seperti zombie. Cara pengambilan video pun sudah termasuk bagus.


Kekurangan:

Dalam film "Reuni Z" terdapat kekurangan seperti, pemain kurang mendalami saat menjadi zombie; dari cara berjalan, ada beberapa yang ekspreksi nya juga kurang dapat feel nya. Lalu makeup para zombie masih terbilang kurang sehingga zombie malah tidak terlihat seram sama sekali. 


Meski film memiliki kekurangan, menurut saya film ini cocok untuk ditonton sendiri maupun bersama keluarga karena film ini meskipun menegangkan, juga mampu untuk membuat penonton terhibur karena adanya komedi di film ini.

Rasi Bintang - Lukisan Khayal di Langit

 


Dahulu, kala memandang langit, orang memperhatikan bahwa beberapa bintang membuat bentuk dan pola tertentu. Seperti dalam permainan menghubungkan titik. mereka membayangkan bentuk manusia atau binatang di langit. Para pahlawan dan monster dalam dongeng bangsa mereka dilukiskan di langit.

Kini, kita menyebut pola-pola bintang itu sebagai rasi. Secara keseluruhan terdapat 88 rasi. Ya, rasi bintang tidak hanya ada 12 seperti rasi bintang zodiak. Melainkan ada 88. Pada tahun 1922, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) secara resmi mengakui 88 rasi bintang, 48 di antaranya berasal dari catatan ahli astronomi Yunani kuno, Ptolemy dalam bukunya The Almagest' yang sekitar tahun 150 Masehi. Sebagian rasi hanya bisa dilihat jika kalian berada di utara khatulistiwa, dan sebagian lainnya dari selatan khatulistiwa. Pada tahun 1551 Masehi, penjelajah asal Belanda, Gerardus Mercato, Pieter Keyser, dan Frederick de Hautmann, menambah rasi-rasi bintang di belahan Bumi selatan. Tapi, kala itu juga masih belum lengkap hingga astronom Polandia Johannes Hevellus (1690) dan astronom Prancis Nicolas Louis de Lacaille (1750-an) memetakan ulang rasi bintang yang tersisa, hingga jadi seperti sekarang yang kita kenal di langit.

Rasi-rasi yang tampak dari Belahan Bumi Selatan, seperti misal nya rasi Salib Selatan (rasi Bintang Pari), dinamai oleh para penjelajah bangsa Eropa. Pada Zaman Penjelajahan, abad ke-16, kapal-kapal penjelajah mulai mengunjungi pulau pulau di selatan. Para ahli astronomi menggunakan hasil pengamatan bintang para navigator tersebut untuk mengisi titik-titik kosong di peta langit mereka.

Bentuk rasi di langit tidak lah tetap. Susunan bintang yang membentuk masing-masing rasi tampak berbeda bila dilihat dari lokasi lain di alam semesta. Rasi juga berubah seiring waktu karena setiap bintang yang kita lihar bergerak di ruang angkasa. Setelah ribuan tahun, bintang-bintang di rasi Gayung Besar (rasi Bintang Biduk), yang merupakan bagian dari rasi yang lebih besar bernama Ursa Mayor (Beruang Besar), akan bergerak memisah sedemikian rupa sehingga pola gayung tidak akan ada lagi.


Galaksi Bimasakti Terlihat Dari Bumi

 Jika kalian berada di bukit gelap di pinggir kota pada malam hari tataplah langit. Kalian mungkin akan melihat pita cahaya redup yang melengkung di atas kepala seperti susu tumpah di langit dari tepi ke tepi seberang. Orang Romawi kuno menyebut pita cahaya itu via lactea, yang berarti "jalan susu" atau "milky way" Nama tersebut melekat selama 2.000 tahun.




Banyak orang di dunia menggunakan istilah Milky Way, tapi beberapa kebudayaan memiliki berbeda untuk pita cahaya tadi. Di Cina orang-orang menyebutnya sungai perak, sedangkan masyarakat Gurun Kalahari di Afrika bagon selatan menyebutnya tulang punggung malam. Di Indonesia pita cahaya itu disebut Bimasakti. 

Milky Way Galaxy adalah jenis galaksi spiral berbatang (barred spiral galaxy). Diperkiraan memiliki diameter antara 170.000 – 200.000 tahun cahaya dengan ketebalan sekitar 2.000 tahun cahaya dan terdiri dari 250 – 500 miliar bintang.

Galaksi Bimasakti tampak seperti pita bintang-bintang di langit, tapi sejati nya berupa piringan. Ratusan miliyaran bintang berkumpul membentuk garis-garis yang disebut dengan lengan spiral karena garis-garis itu melengkung ke arah luar. Ketika kita menatap langit malam, kita melihat tepi piringan galaksi, seperti melihat Frisbee dari samping.

Bumi terletak kira-kira di tengah-tengah antara pusat Galaksi Bimasakti dan ujung terluarnya, di salah satu lengan spiralnya. Cahaya dari pusat galaksi membutuhkan waktu 25.000 tahun cahaya untuk sampai ke kita. Tata surya kita membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk satu kali mengitari pusat galaksi. Terakhir kali kita berada di sisi yang sekarang di Bimasakti, dinosaurus pertama baru mulai muncul. 

Di pusat galaksi, ledakan bintang yang sering terjadi memanaskan sebagian besar area sekitarnya. Ledakan ledakan itu bisa melenyapkan kehidupan di planet planet terdekat. Kita beruntung karena Bumi berada jauh dari pusat galaksi.


Galileo Galilei adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Ia disebut sebagai "bapak astronomi observasional", "bapak ilmu fisika modern", "bapak metode ilmiah", dan "bapak ilmu pengetahuan".


Pada tahun 1610 Galileo dengan teleskopnya berhasil mengungkapkan bahwa pita cahaya itu sebetulnya terdiri atas bintang-bintang. Kini kita tahu kalau ada ratusan milyar bintang di galaksi kita. Meskipun demikian, pada malam yang cerah sekalipun, orang hanya bisa melihat rata-rata sekitar 2.000 bintang dengan mata telanjang. Bimasaktı juga punya petak petak gelap. Petak petak itu bukan area tanpa bintang, melainkan awan debu antarbintang menghalangi cahaya bintang-bintang di belakangnya.